Program Merpati Putih Rehabilitasi Tuna Netra

BUKAN cerita baru jika olahraga membuat badan sehat. Tapi, bagaimana dengan pencak silat bisa membuat penyandang tuna netra bisa melakukan semua aktifitas normal tanpa ketergantungan dengan tongkat atau orang lain? Jawabannya paling tidak sudah diberikan saat pertemuan pengurus Perguruan Pencak Silat Merpati Putih di RM Pawakha Banjarmasin, Senin (21/2) yang mengusung program metode pelatihan peningkatan penginderaan tuna netra.

Ketua Dewan Guru Merpati Putih Poerwoto Hadipoernomo mengatakan, program yang dimulai pada 1989 tersebut memang ditujukan untuk peningkatan mobilitas tuna netra agar bisa berbuat seperti manusia normal.

“Kami telah membina sekitar 472 orang tuna netra yang tersebar di sentra pelatihan Jawa dan Bali. Rata-rata mereka bisa melakukan berbagai aktifitas yang sebelumnya tak mungkin dilakukan tuna netra, seperti membaca, berjalan tanpa tongkat, naik sepeda dan membedakan warna,” ungkapnya.

Hasil pelatihan ini memang cukup fantastis. Apalagi pihak Merpati Putih mengklaim hanya dalam 72 kali latihan dengan 2 jam pertemuan, penyandang tuna netra ibarat lahir kembali karena bisa berbuat seperti manusia normal.

Tujuan utama program ini, lanjut Mas Poeng –sapaan Poerwoto– adalah pemberdayaan tuna netra agar mengerti ilmu pengetahuan dan teknologi. Pasalnya, bahan bacaan yang ditulis menggunakan huruf braile belum mencakup pendidikan ilmu pengetahuan modern.

“Untuk pemerataan program yang kami kembangkan itulah kemudian kami membidik Kalimantan Selatan, karena di daerah ini telah memiliki cabang Merpati Putih. Nanti, pengurus di Kalsel yang akan membina para tuna netra di berbagai panti,” jelas Mas Poeng.

Demi menunjang program tersebut, pihak Merpati Putih sudah meminta izin kepada Gubernur Sjachriel Darham. Selanjutnya bersama Dinas Sosial, mereka akan mendatangi panti-panti di Kalsel untuk melatih para cacat netra.

“Program pelatihan ini tidak dipungut biaya, karena hanya membutuhkan kerelaan para siswa untuk menerima berbagai metode latihan. Sedangkan pelatih yang diturunkan berasal dari Kalsel dan diformulasikan dengan pelatih dari pengurus pusat,” tutur Poerwoto.

Program peningkatan penginderaan tuna netra ini tidak hanya tertuju kepada penghuni panti. Tapi, Merpati Putih juga merencanakan untuk membina tuna netra di luar panti.

“Untuk hal ini, kami harus menjalin kerjasama dengan LSM agar mendata jumlah cacat netra di luar panti. Selanjutnya, kami yang akan melakukan kerja pembinaan,” tandas Poerwoto.

Selain untuk pemberdayaan penyandang tuna netra, lebih lanjut Poerwoto menjelaskan program mereka juga diadakan untuk penderita diabetes, terutama normalisasi gula darah, mengingat 30 persen penduduk Indonesia terkena penyakit tersebut.

Terlepas dari program peningkatan penginderaan dan pengurangan bahaya diabetes melitus, kedatangan Dewan Guru Merpati Putih ke Kalsel juga bertujuan meningkatkan status pengurus cabang menjadi Pengda.

“Apalagi di daerah ini sudah terdapat lima pengda yang aktif menggelar latihan. Disamping itu, anggota yang terdaftar pun hampir ribuan. Sayang, hanya sekitar 300 siswa yang aktif mengikuti program latihan,” tukas Poerwoto.

Di Bumi Lambung Mangkurat, perguruan ini sudah eksis sejak 23 tahun lalu dan sudah masuk dalam keanggotaan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kalsel.

“Sebagai orang Indonesia, kita tentu harus mencintai budaya sendiri, terutama olahraga beladiri pencak silat. Meski kali ini kami membawa misi pemberdayaan tuna netra, tapi perguruan ini pun tak lepas dari pembinaan silat daerah,” ujar Dewan Pembina Merpati Putih Kalsel yang juga GM PLN Persero Kalselteng. ban

Sumber : Banjarmasin Post Online

Satu Tanggapan

  1. cukup bagus, n tentunya menjadi motivasi bagi kami, spy cabang kami juga bisa semangat berlatih..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: