Banten Targetkan Delapan Atlet ke PON

Jakarta, Kompas – Pengurus Daerah Ikatan Pencak Silat Indonesia (Pengda IPSI) Provinsi Banten menargetkan enam sampai delapan pesilatnya yang dapat lolos untuk tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII-2008 Kalimantan Timur.“Salah satu di antara pesilat yang kami unggulkan untuk lolos ke PON XVII-2008 Kaltim nanti adalah Muqolifah. Muqolifah yang turun di kelas E itu merupakan salah satu pesilat dari perguruan pencak silat tradisional asli Banten, yakni Perguruan Pencak Silat Bandrong,” kata Mulyadi, Ketua Pengda IPSI Banten, di Pedepokan Nasional Pencak Silat, Jakarta Timur, Sabtu (19/5).

Sebagai tuan rumah pelaksana Prakualifikasi PON XVII-2008 Kaltim, untuk Wilayah II PB IPSI, tambah Mulyadi, Pengda IPSI Banten berhak menurunkan 28 pesilatnya. Dari jumlah itu, 12 di antaranya merupakan pesilat putri. Wilayah II pesertanya terdiri atas semua provinsi di Jawa.

Sementara itu, semua pesilat yang diturunkan Provinsi Banten tidak semuanya berasal dari perguruan asli Banten. Ini disebabkan, meski Banten merupakan salah satu kiblat pencak silat nasional, di provinsi muda itu bela diri pencak silat juga dikembangkan oleh perguruan-perguruan lain. Misalnya Perguruan Setia Hati Teratai, Merpati Putih, Tapak Suci, dan Satria Muda Nusantara.

Target delapan pesilat tersebut tentu tidak terlalu mengada-ada. “Sebab, untuk dapat meraih target tersebut, ke-28 pesilat Banten sudah didadar selama lebih dari lima bulan di pemusatan latihan daerah,” kata Mulyadi.

Hingga saat ini ada dua pesilat Banten yang dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan nasional SEA Games XXIV-2007 di Nakron Ratchasima, Thailand. Mereka adalah Serpa yang mengisi kelas J dan Dwi Priyono yang bermain di kelas I.

Prakualifikasi PON Wilayah II di Banten menjadi ajang paling keras. Sebab, dari 56 pesilat yang masuk pelatnas SEA Games 2007 Desember nanti, 32 pesilat di antaranya akan berlaga di sana. Sementara yang berhak main di PON nanti hanya pesilat yang bisa tampil di partai final. (NIC)

%d blogger menyukai ini: