Kontingen Bali Juara Umum Kejurnas Putri II

Jakarta, Kompas – Sekalipun pesilat Jawa Barat dari perguruan Merpati Putih, Tri Nurjanah, mengalahkan pesilat Sulawesi Selatan, Salmawaty, yang ikut bertarung di arena SEA Games 2005 Manila lalu untuk kelas A, tetap saja kontingen Bali yang keluar sebagai juara umum Kejuaraan Nasional Pencak Silat Putri II-2006 yang berakhir Minggu (23/4).Sebab, kontingen Pulau Dewata Bali sudah menyabet empat medali emas, empat perak, dan empat perunggu. Sementara pesilat Jabar hanya memperoleh empat medali emas, tiga perak, dan dua perunggu. Jadi, selisih besar di perak dan perunggu. “Sejak berangkat ke sini kami tidak pernah ditargetkan untuk meraih piala bergilir Ibu Negara ini. Sebab, jadwal kegiatan pencak silat di Bali cukup padat menyusul penunjukan Bali sebagai tuan rumah Sirkuit Panasonic I-2006. Itu sebabnya kami hanya mengambil pesilat-pesilat Bhakti Negare dan Perisai Diri ini dari hasil seleksi saja,” kata Ardina, anggota Lembaga Wasit/Juri Pengurus Daerah IPSI Bali.

Bali sebenarnya mempunyai peluang untuk menambah satu medali emas lewat Ni Kadek Yunita yang turun di kelas A remaja, yang merupakan partai final terakhir. Namun, dia harus menerima kekalahan dari pesilat Siti Umaroh asal Jawa Tengah. Dengan begitu, Jateng memboyong tiga medali emas dan dua perunggu.

Sekalipun Jabar mempunyai peluang untuk meraih juara umum, menurut Sutarna, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengda IPSI Jabar, “Sejak awal kami memang hanya menargetkan mendapat dua medali emas atas nama Erni Mariani di kelas bebas yang berasal dari perguruan Antaro dan Tri Nurjanah. Itu sebabnya kami juga tidak terlalu berambisi untuk menjadi juara umum. Apalagi pada akhirnya kontingen Bali memang masih unggul dalam perolehan medali perak dan perunggunya.”

Tri sendiri merupakan pesilat baru. Namun, Jabar berani menargetkan ia memperoleh medali emas karena bakal lawan terkuatnya hanya Salmawaty, jelas Dani Wisnu, pelatih nasional yang menangani kedua pesilat tersebut. “Kekurangan Salma itu, permainannya masih mudah dikendalikan lawan. Makanya saya punya keyakinan Salma bisa dikalahkan Tri,” ujar Dani.

Sementara regu tuan rumah DKI Jakarta yang menurunkan 27 pesilat hanya menempati posisi ketiga bersama kontingen Jawa Timur. Kedua kontingen itu meraih tiga medali emas, satu perak, dan lima perunggu.

Ketiga medali emas DKI Jakarta diperoleh dari nomor seni kategori beregu remaja dan dewasa. Satu medali emas lainnya dipersembahkan Rosmayani dari perguruan Perisai Putih setelah menundukkan pesilat Nusa Tenggara Barat dari perguruan Cempaka Putih, Ety Kusmawati, yang turun di kelas B.

Baik Ardina, Sutarna, maupun Bondan Wirawan pelatih DKI Jakarta serta pengurus Pengda IPSI lainnya berharap PB IPSI dapat melaksanakan Kejurnas Pencak Silat Putri tiap tahun. (NIC)

%d blogger menyukai ini: