44 Tahun PPS Betako Merpati Putih, ‘Membangun Jati Diri Bangsa’

Rabu 23 Mei 2007JAKARTA (Pos Kota) – Perguruan-perguruan pencak silat harus diakui
merupakan ujung tombak pencetak atlet berprestasi di samping sebagai
garda terdepan dalam pengembangan seni dan budaya bangsa.

Oleh karena itu pemerintah harus memberikan perhatian lebih kepada
perguruan-perguruan silat yang selama ini ikut mengemban upaya
pelestarian budaya nasional dalam kerangka membangun jati diri bangsa.

Perguruan Pencak Silat Betako Merpati Putih (MP) pada 2 April
mendatang akan genap berusia 44 tahun. Di usianya yang cukup matang itu
Merpati Putih mencoba untuk kembali pada cita-cita luhur seni bela diri
silat yang merupakan produk budaya Indonesia asli.

“Ya dalam HUT PPS Betako Merpati Putih kali ini kami memang
mengambil tema ‘Mengembangkan Budaya Nasional, Mengembangkan Jati Diri
Bangsa,” ujar Chairul Anwar, Ketua Panpel peringatan HUT 44 PPS Betako
Merpati Putih, Rabu (23/5).

Dengan tema tersebut Merpati Putih tampaknya ingin menegaskan
posisinya sebagai salah satu penjaga nilai-nilai jati diri bangsa.
Sehingga sudah selayaknya jika perguruan-perguruan silat mendapat
sentuhan perhatian yang lebih dari pemerintah, misalnya dengan
membangun padepokan-padepokan bagi perguruan-perguruan silat.

NILAI JUAL

Padepokan tidak hanya berfungsi sebagai wadah bagi perguruan
tersebut untuk mengembangkan perguruannya masing-masing. Namun lebih
dari itu, padepokan pencak silat bisa memiliki nilai jual pariwisata.
“Tengok saja di China. Perguruan Siaw Lim Si kini telah menjadi aset
bangsa tersebut. Kuil tersebut telah menjadi daerah tujuan wisata yang
terkenal,” imbuh Chairul Anwar.

Sementara itu Ketua Harian PPS Betako Merpati Putih, Bambang R
Effendi menegaskan pada Gebyar 44 Tahun Merpati Putih, pihaknya
menginginkan adanya perbaikan organisasi, penyempurnaan bidang
keilmuan, serta regenerasi dan kaderasasi. Semuanya itu akan dibahas
dalam Rakernas pada 26 mei 2007 di Hotel Century.

Rakernas diikuti oleh 200 utusan pewaris, pengurus pusat, pengda
dan cabang seluruh Indonesia. Anggota MO saat ini berjumlah sekitar 500
ribu orang yang tersebar di 70 cabang. Di luar negeri cabang-cabang MP
antara lain terdapat di Belanda, Jepang, New Caledonia, Belgia, San
Fransisco, Chicago, utah dll.

Acara puncaknya sendiri akan berlangsung 27 Mei di Jakarta
Convention Center, Senayan, Jakarta. “Khusus untuk talk show MP 44 yang
merupakan sosialisasi perguruan MP akan dipimpin langsung oleh Ketua
Umum MP, Fauzi Bowo,” ujar Chairul Anwar.

(ook)

%d blogger menyukai ini: