Tiga Pendekar Tenggelam

Sabuk hijau itu urung dipakai tiga anggota Perguruan Silat Merpati Putih. Pasalnya, saat menjalani ujian kenaikan tingkat, mereka malah tewas tenggelam di sungai.

Ketiga korban adalah Tri Bayu Budi Wibowo (26), warga Cilacap yang tinggal di Condongcatur, Depok, Sleman, Fadli Yainurosi (21), warga Indramayu, yang tinggal di Jalan Pangeran Puger, Sleman, serta Leo Reza Sinulinga (31), warga Medan yang tinggal di Baciro, Jogjakarta.

Tragedi itu terjadi ketika ratusan anggota Merpati Putih yang berasal dari seluruh Indonesia menjalani ujian kenaikan tingkat, dengan salah satu agendanya napak tilas melalui rute menyeberangi Sungai Opak,– sungai yang membelah kota Jogja dan bermuara di Laut Selatan.

Berdasarkan informasi dari sejumlah saksi mata, semula acara berjalan lancar. Namun saat menyeberangi Sungai Opak, tepatnya di Desa Panjangrejo, Kecamatan Pundong Bantul, Sabtu (8/9) sekitar pukul 03.00 WIB, Fadli, Bayu dan Leo diduga terperosok dalam kubangan bekas galian pasir sedalam empat meter.

Karena situasinya gelap, mereka pun tak mampu meraih pegangan dan akhirnya digulung arus sungai.

Menurut rekan korban, Totok, peristiwa tragis ini terjadi saat kegiatan menyeberang sungai. Ketiga rekannya itu berjalan di bagian belakang. Tiba-tiba, kata Totok, para korban berusaha menggapai dirinya untuk minta pertolongan. Namun saat ditoleh, seketika mereka telah hilang.

Karena ada yang hilang, para pesilat bersama-sama warga melakukan pencarian.

Wakil Ketua Pengurus Pusat Merpati Putih, Suprapto, ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa ketiga anggotanya tewas saat menempuh ujian kenaikan tingkat dari sabuk strip kuning kombinasi ke khusus strip hijau. Ujian tersebut dilakukan sejak Jumat (7/9) malam.

Dalam ujian itu, peserta diwajibkan melakukan perjalanan malam dari Lapangan Parangkusumo menuju Pantai Depok, dilanjutkan ke Gunung Butak Pundong, yang jaraknya tidak kurang dari 25 kilometer.

Ia menampik tudingan acara ujian kenaikan tingkat itu ilegal. “Ini adalah kenaikan tingkat resmi yang diikuti oleh peserta yang akan naik tingkat. Acaranya adalah napak tilas,” kata Suprapto.

Jenazah ketiga korban ditemukan sekitar 200 meter dari lokasi tenggelam, empat jam kemudian. “Korban pertama yang ditemukan Fadli, kemudian Bayu dan Leo,” kata anggota SAR Parangtritis Taufik.

Korban yang saat ditemukan masih berseragam Merpati Putih itu langsung dibawa ke kamar jenazah RSU dr Sardjito. Jenazah Tri Bayu dan Fadli diambil keluarganya pada Sabtu sore. Sedangkan Leo rencananya diambil keluarganya pada Minggu ini, setelah surat visum selesai.

“Menurut hasil penyelidikan sementara, tidak ada unsur penganiayaan. Murni tenggelam,” kata Kasatreskrim Polres Bantul AKP Teguh Wahyono.dtc/okz

Tragedi Napak Tilas
– Jumat malam, 60 pesilat dari Perguruan Pencak silat Merpati Putih menyusuri rute Parangkusumo-Pantai Depok
– Sabtu pukul 03.00, mereka menyeberangi Sungai Opak.
– Tiga peserta terperosok di bekas galian pasir dan tenggelam
– Pukul 07.00, ketiganya ditemukan sudah meninggal di dasar sungai

Sumber : Bpost online

Powered by ScribeFire.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: