Bukan untuk berantem lho…..

•  Mahasiswa Geluti Bela Diri

OLAHRAGA bela diri, kini mulai digandrungi anak-anak kampus. Selain untuk membela diri ketika mendapat gangguan keamanan, olahraga ini sangat menyehatkan badan.

Malah, sebagian besar mahasiswa yang sekarang menggeluti olahraga bela diri, menyenangi dunia ini sejak berusia bocah. Ini seperti dilakoni M Syahli.

Mahasiswa Uniska Banjarmasin ini menekuni pencak silat ketika menginjak kelas tiga sekolah dasar (SD). Awalnya dia hanya menonton orang berlatih pencak silat.

Rasa ingin bergabung pun muncul. Melihat minatnya yang besar, para pembina pencak silat pun mengajak warga Jalan Halinau RT 14 Nomor 56 Mantuil, Banjarmasin ini bergabung.

Resmi dia bergabung dalam perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT). Hampir setiap hari ia digembleng oleh para pembina. Syahli mengaku tak pernah melewatkan latihan. Dari SD, SMP hingga SMA, Syahli tekun berlatih hingga saat ini dirinya kuliah.

Sudah tak terhitung prestasi yang diraih Syahli, mulai juara di Kelas A, juara seni pecak silat ganda, dan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) beberapa tahun lalu.

Selain itu, dia menjadi juara dua seni pencak silat ganda Kejuaraan Daerah (Kejurda) di Rantau, jawara Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (Pomda) dan masuk lima besar Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) 2007 di Banjarmasin.

Dulu, Syahli suka banget berantem. Namun setelah dewasa, ia tak lagi melakukannya. Baginya, seni bela diri itu bukan untuk berantem. Namun lebih kepada manfaat terhadap kesehatan, menjaga diri dan prestasi olahraga. Kini, dia terus sibuk latihan setiap hari, mulai pukul 20.00 Wita hingga menjelang Subuh.

Selain prestasi, Syahli memiliki segudang pengalaman. Dulu, dia pernah terpaksa menginap di hutan lantaran tak mendapatkan fery penyeberangan.

Dia juga sering dicegat sekelompok pemuda yang usi menggodanya. Malah Syahli dituding sekelompok pemuda itu suka ngusilin cewek orang. Ujung-ujungnya, mereka menantang duel.

“Mereka ada yang pakai pisau, ada juga yang pakai kayu. Kalau saya menghadapi terpaksa dengan toya. Tapi, saya selalu berusaha tidak terpancing, kecuali kalau sudah kepepet, mau tidak mau harus membela diri,” ceritanya.

Mahasiswa lain yang aktif ikut kegiatan olahraga bela diri adalah Abdul Adim. Dia pun menyukai pencak silat sejak usia sekolah dasar. Dan pada SMP, dia mulai bergabung dengan perguruan silat, Merpati Putih.

Menurut mahasiswa Fakultas Ekonomi Unlam Banjarmasin ini, pencak silat bisa mengubah hidupnya, memberikan motivasi hidup secara mental. Apalagi di bela diri pencak silat Merpati Putih ini, hal spiritual bisa lebih diperdalam.

Dia berharap, masa depan pencak menjadi lebih baik lagi. Karena, saat ini mahasiswa sepertinya tidak berminat untuk ikut latihan, apalagi bergabung di perguruan itu.

“Saya akui, kampus sama sekali tidak perhatian terhadap kita, meski di luar kita ini meraih prestasi. Mereka cuma memperhatikan prestasi akademis, mungkin itu juga salah satu minimnya mahasiswa yang mau bergabung,” katanya sedih.

Ajang silat yang pernah diikuti Adim adalah Kejurda, Popda, Popwil Sirkuit, Pomnas 2005, dan bahkan dalam Kejuaraan se-Kalsel dia meraih medali emas. “Pomnas kali ini aku tidak ikut, kebetulan lagi mulai mengerjakan skripsi,” ungkapnya.

Sumber : Bpost

Satu Tanggapan

  1. sjtkl

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: