Pencak Silat Borong Lima Emas

NAKHON RATCHASIMA,- Pencak silat Indonesia kembali diperhitungkan. Pendekar memborong empat emas dari tujuh emas yang diperebutkan dalam final nomor tanding yang dilaksanakan di Sung Noen Multicipality Halla, Nakhon Ratchasima, kemarin.

Emas itu direbut oleh Diyan Krisdianto di kelas A pria (45-50kg), Rony Syaifullah (kelas G pria 75-50kg), Simbar Pengky (kelas A wanita 45-50kg), dan Ni Nyoman Supartini (kelas D wanita).

Tambahan empat emas itu memastikan pendekar Indonesia menjadi yang terkuat di cabang olahraga pencak silat SEA Games XXIV. Total pendekar Indonesia meraih lima emas, tiga perak, dan empat perunggu. Satu emas lagi disumbangkan pendekar wanita Tuti Winarni di nomor tunggal wanita. Sebelumnya, pesilat Merah Putih sering gagal jadi juara umum. Meski, olahraga bela diri tersebut berasal dari Indonesia.

Pertarungan seru terjadi ketika Simbar Pengky, yang turun di kelas A wanita, menantang juara dunia 2007 asal Malaysia Haji Adnan Rina Jordana. Simbar yang mengenakan sabuk pelindung warna biru, tampil dengan kepercayaan diri tinggi. Dia mampu meladeni Rina yang memakai jurus pukulan samping, depan, dan tendangan sabit. Dengan dukungan dari suporter Indonesia yang gegap gempita mengobarkan semangat tempur, Simbar akhirnya memenangi pertarungan dengan skor 4-1. ”Tadi (kemarin, Red), saya memakai taktik pesilat Malaysia itu untuk meraih kemenangan,” kata Simbar usai pertandingan.

Simbar mengaku senang dengan kemenangan tersebut. Dia menjelaskan bahwa pertemuan dengan Rina kemarin adalah yang pertama.

Ini penampilan pertama di SEA Games dan bisa masuk final. Karena baru pertama bertemu, dia berusaha meladeni lawan dengan semangat tinggi.

”Karena itu, saya memakai strategi adu licik dengan dia (Rina, red),” jelasnya.

Dalam laga lain, Ni Nyoman Supartini bertarung dengan semangat puputan ketika menghancurkan andalan Vietnam Nguyen Thi Phuong Thuy dengan skor tipis 3-2. Kemenangan itu membalas kekalahan dua pendekar wanita Indonesia lainnya yang takluk dari Vietnam dalam final kemarin.

Fitirani Puspa Endah harus mengakui ketangguhan Le Thi Hong Ngoan 1-4 di kelas E wanita 65-70 kg. Sedangkan Rosmayani, yang diharapkan meraih emas di kelas B 50-55kg, dipaksa menyerah kepada Thi Thu Hong 2-3.

Pada pertarungan pria, Rony Syaifullah mampu menunjukkan keperkasaannya dengan melumpuhkan pesilat Vietnam Vu The Hoang 5-0 di kelas G pria (75-80kg). Kemenangan itu menjadi kado manis bagi Rony yang mengakhiri karir pesilat di SEA Games dengan kalungan medali emas. ”Saya senang bisa menutup penampilan saya di SEA Games dengan merebut emas,” kata Rony, pesilat asal Boyolali yang juga dosen Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta itu.

Di kelas A pria (45-50kg), Diyan Krisdiyanto memenuhi target meraih emas usai menggebuk jago tuan rumah, Niphon Jantaro, dengan skor 3-2. Sayang, di kelas B (50-55kg), M Andi Supiantoro tak kuasa membendung kekuatan atlet Tran Van Toan Vietnam 1-4.(aww/jpnn)

Sumber : Radar online

Powered by ScribeFire.

2 Tanggapan

  1. Mantab…semoga bisa bertahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: