Warga AS Minati Silat

New York, BPost


Di antara banyak pilihan untuk mendalami olahraga beladiri di Amerika Serikat, pencak
silat ternyata juga diminati masyarakat di negara tersebut.

Di negara Paman Sam tersebut, kelompok-kelompok latihan pencak silat dengan puluhan
anggota tersebar di berbagai kota.

“Warga AS umumnya melihat pencak silat sebagai sebuah ilmu yang patut didalami,
baik dari segi fisik maupun spiritual,” papar Tharyana Sastranegara, guru pencak
silat asal Bandung yang kini melatih di New York, Selasa (8/11).

Apalagi pencak silat sering menjadi juara pada kompetisi antar olahraga beladiri yang
tiap tahun diselenggarakan di Atlantic City, New Jersey.

Selain di New York, Tharyana juga sering dipanggil untuk melatih kelompok-kelompok
masyarakat di kota lainnya di AS yang berminat menekuni seni beladiri tersebut.

“Biasanya mereka perlu silat karena tuntutan pekerjaannya yang menyangkut masalah
keamanan, atau orang-orang yang pernah terancam keselamatannya karena tinggal di
lingkungan yang kurang aman,” timpalnya.

Namun, lanjut Tharyana yang juga sebagai pimpinan organisasi Persilat (Persekutuan
Silat Antara-bangsa) cabang AS tersebut, banyak kendala untuk mengembangkan seni beladiri
tradisional Indonesia ini sebagai olahraga prestasi di AS.

Misalnya untuk membuka tempat latihan, penyelenggara harus punya asuransi kecelakaan
bagi semua anggota, sehingga biaya belajar dan mendaftar cukup mahal.

“Selain itu, kami juga harus siap jika digugat oleh anggota yang cedera karena
kena pukul saat latihan,” imbuh Tharyana yang memiliki buku berjudul ‘The Secret
of Silat Tiger’ cukup populer di AS.

Kecenderungan warga AS yang ingin cepat-cepat memperoleh ilmu dari pencak silat, juga
menjadi kendala untuk menghasilkan atlet-atlet berprestasi.

“Mereka umumnya ingin cepat-cepat bisa menjadi pendekar, padahal pencak silat juga
terkait dengan kesabaran, rasa rendah hati dan sikap hidup sehari-hari,” katanya.

Tharyana mengungkapkan bahwa ia juga sering diancam oleh mantan muridnya yang marah,
karena merasa tidak segera diberi ilmu yang diinginkan.

Oleh sebab itulah, untuk event-event internasional, termasuk kejuaran dunia pencak
silat, ia hanya mengirim beberapa atlet pilihan yang memang telah teruji kemampuannya. ant

2 Tanggapan

  1. asswrwb..m.f sblmnya apa ini yg kang yana yg dulu kuliah di seni rupa itb sktr thn 85an/
    terlepas iya ato tdknya sy fauziah
    pernah kenal sy berasal dr pdg

  2. Ass.Wr.Wb
    saya sangat menyukai dengan yang namanya silat dan saya sangat setuju jika silat dikembangkan di luar indonesia. mudah”an dengan adanya kang yana berada di sana silat dapat mendunia.
    Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: