Wanita belajar beladiri, Harus itu!

Puluhan perempuan itu dari berbagai usia, pada Sabtu lalu (22/3), sore hari, berkumpul di lantai tiga Istana Bandung Elektronic Center (BEC), Bandung. Mereka duduk dengan hikmat di atas matras sambil mengikuti talkshow tentang Women Self Defense of Kushin Ryu (WSDK), bersama Ratna Fitriani, SE dari Komnas Perempuan dan artis yang banyak memperhatikan isu perempuan Happy Salma, serta H Sofyan Hambally dan Eko Hendrawan dari Kushin Ryu Dojo Kopo.

Ratna mengungkap, perempuan saat ini menghadapi berbagai isu serius seperti pelecehan seksual, pemerkosaan, perdagangan perempuan, dan kasus tindak kekerasan yang kadang berujung pada kematian. “Berdasarkan data yang dihimpun Komnas Perempuan, kasus tindakan Kekerasan Terhadap Perempuan (KTP) dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang cukup mencolok. Pada tahun 2001 setidaknya terjadi 3.169 kasus KTP dan pada tahun 2007 jumlah kasus makin tinggi hingga mencapai 25.522 kasus KTP yang ditangani oleh 215 lembaga, termasuk institusi penegak hukum, rumah sakit, dan organisasi masyarakat pengada layanan,” ungkap Ratna.

Dari kenyataan itulah, menurut Sofyan, yang mencetuskan ide penyelenggaraan WSDK, perguruannya terpanggil untuk terus bergerak memberikan sumbangsih untuk penyadaran kepada perempuan melalui Pelatihan Beladiri Praktis untuk Perempuan (Self Defense for Women).

Sementara itu, Happy Salma mengatakan, perempuan harus punya jati diri, tahu tujujan hidup. “Kalau ada yang menghina harus dilawan. Tidak harus dengan kekerasan, yang penting jika kita terhina kita harus lawan. Itulah mungkin pentingnya pelatihan ini,” ucapnya.

Bekerja sama dengan BEC, Komnas Perempuan, Radio 104,3 U FM Bandung, dan Kompas.com, WSDK berupaya untuk memberikan pengetahuan seluas-luasnya kepada kaum perempuan mengenai pentingnya beladiri praktis sebagai benteng pertahanan diri melalui Free Workshop Pelatihan Beladiri Praktis Khusus Perempuan. Program pelatihan yang digelar pada 22-23 Maret 2008 ini merupakan bentuk kepedulian WSDK terhadap perempuan sekaligus dalam rangka memperingati hari Perempuan Sedunia (Women’s Day), yang jatuh pada 8 Maret lalu.

Pelatihan beladiri praktis ini berupa pelatihan teknik-teknik praktis bagaimana perempuan memiliki konsep pertahanan diri dalam menghadapi upaya-upaya tindak kejahatan, kekerasan atau pelecehan seksual yang mungkin saja menghampirinya. Melalui kegiatan ini diharapkan perempuan dapat membangun rasa kepercayaan diri dan memiliki kemampuan membaca situasi di lingkungan sekitarnya.

Dalam kegiatan ini, selain diberikan materi pelatihan teknik-teknik beladiri praktis, juga diadakan talkshow.
Untuk pelatihan kali ini, peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari ibu-ibu rumah tangga, PNS dan karyawan perusahaan swasta, hingga mahasiswa dan pelajar. Jumlah total pesertanya dalam dua hari hampir 300 orang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: