PON XVI, Jatim Bertekad Ulang Sukses Pencak Silat

Kapanlagi.com – Tim pencak silat Jawa Timur bertekad mengulang sukses yang diraih pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVI tahun 2004, dengan merebut juara umum pada cabang olahraga tersebut di PON XVII/2008 di Kalimantan Timur.

Pelatih Tim Pencak Silat Jatim, Karyono kepada wartawan di Surabaya, Senin, mengatakan, pada PON empat tahun lalu, Jatim berhasil merebut juara umum dengan mendulang lima medali emas, lima perak dan lima perunggu.

“Sukses PON 2004 menjadi spirit bagi anak-anak untuk kembali berprestasi pada PON Kaltim, dan kami optimistis itu bisa dicapai”, katanya usai pelepasan tim pencak silat Jatim.

Karyono mengungkapkan, pada PON 2008 ini, tim pencak silat Jatim yang berkekuatan 12 atlet (sembilan putra dan tiga putri), ditargetkan mampu merebut minimal empat medali emas dari 22 keping yang diperebutkan. Atlet Jatim akan turun pada delapan nomor putra dan dua nomor putri.

Sebelumnya, target medali emas hanya tiga keping, tapi KONI Jatim menambah satu lagi, karena jumlah nomor yang dipertandingkan cukup banyak. Apalagi pada kejurnas prakualifikasi PON 2007 lalu, pesilat Jatim mampu meraih tujuh medali emas.

“Saat PON 2004 lalu, target kami juga hanya tiga emas tapi anak-anak mampu melebihi target dengan menyumbang lima emas. Kali ini, kami berharap anak-anak bisa melakukan hal yang sama”, katanya.

Dari 12 pesilat yang diterjunkan, tiga di antaranya merupakan atlet peraih emas pada PON 2004, yakni Hamdani, Yusuf Effendi dan Hariyono dari nomor tunggal ganda regu (TGR).

Dibanding empat tahun silam, lanjut Karyono, peta persaingan cabor pencak silat pada PON 2008 ini jauh lebih ketat. Kekuatan pesilat daerah lain, seperti DKI Jakarta, Jabar, Banten, Bali, Sulsel, Sulut, dan Sumsel juga cukup merata.

Sementara itu, Ketua Umum Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jatim, Dr Soekarwo pada acara pelepasan itu, mengingatkan atlet dan ofisial Jatim untuk mewaspadai faktor nonteknis yang bisa menghambat peluang mendapatkan medali emas.

“Kalau soal teknis, saya kira persiapan anak-anak tidak perlu diragukan. Justru yang dikuatirkan masalah nonteknis”, katanya menambahkan.

Menurut Soekarwo, IPSI Jatim sudah berupaya melakukan pendekatan dengan PB IPSI dan PB PON, agar pertandingan cabor tidak terukur ini bisa berjalan “fair play” dan sportif.

“Masalah undian atlet, wasit dan lainnya, menjadi perhatian Jatim. Kami berharap, semuanya berjalan sportif dan tidak ada daerah yang dirugikan”, kata pria yang karib dipanggil Pakde ini.

Pada kesempatan itu, Soekarwo juga menjanjikan bonus khusus bagi pesilat Jatim yang mampu merebut medali emas, perak maupun perunggu. Namun, mantan Sekdaprov Jatim ini tidak bersedia menyebutkan nilainya.

“Atlet tidak usah mikir itu, konsentrasi saja pada pertandingan dan rebut medali sebanyak-banyaknya. Soal bonus, pasti saya disiapkan”, katanya menegaskan. (kpl/rit)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: