Gubernur Buka Munas IX Merpati Putih

Perguruan Pencak Silat Bela Diri Tangan Kosong (PPS Betako) Merpati Putih sudah tak asing lagi dengan beragam prestasi nasional dan internasional. Agar prestasi ini bisa ditingkatkan, diperlukan pengurusan yang lebih baik. Makanya dalam Musyawarah Nasional 2009, Ketua Umum PPS Merpati Putih, Fauzi Bowo berpesan agar citra baik perguruan tetap terjaga.

Dikatakannya, Merpati Putih merupkana organisasi pencak silat di bawah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Sejak berdiri 20 April 1963 silam, Merpati putih terus berkembang pesat, dari segi ekstitensi, organisasi, maupun jumlah keanggotannya. “Keberadaan citra perguruan kita semakin berkembang keseluruh pelosok tanah air bahkan hingga mancanegara seperti, Belanda, AS, Jepang, Spanyol, Prancis, Philipina, dan dalam waktu dekat akan buka cabang perguruan di Usbekistan,” kata Fauzi Bowo saat membuka Munas, diTaman Mini Indonesia Indah, Sabtu, (21/2).

Menurut Fauzi Bowo, pengakuan dunia terhadap Merpati Putih, mengukuhkan eksitensi semangat sebagai salah satu perguruan silat yang menakar pada jati diri, identitas, dan budaya bangsa indonesia. Lebih dari itu, yang membanggakan para pesilat mampu mengukir prestasi gemilang pada berbagai event internasional maupun nasional. Rangkaian prestasi tersebut, pada hakikatnya merupakan hasil perjuangan kolektif, wujud kerja keras secara berkesinambungan dan yang pantas diperoleh dari tekad, komitmen, semangat juang seluruh jajaran keluarga besar Merpati Putih.

“Secara khusus, saya sampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi pada pendiri, guru besar, dewan guru fungsionaris, anggota dan semua pihak atas sumbangsihnya telah membesarkan perguruan Merpati Putih hingga saat ini,” tambahnya. Dalam pembukaan Munas, Fauzi berpesan, agar seluruh keluarga Merpati Putih bisa mendapatkan guru besar dan pengurus dewan guru dengan transparan.

Ini peting, tegasnya, karena sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, Munas merupakan forum tertinggi untuk memutuskan hal-hal strategis bagi perguruan kedepan. Guru besar menyampaikan bahwa Munas sangat penting demi kelanjutan ekstitensi perguruan Merpati putih kedepan. “Kita ingin organisasi Merpati Putih ini menjadi organisasi yang tetap berpegang pada tradisi,” kata Fauzi.

Fauzi juga mengimbau, para peserta untuk memanfaatkan Munas 2009 ini dengan sebaik-baiknya untuk melakukan refleksi, evaluasi, dan koreksi atas kebijakan dan program puluhan tahun berlangsung hingga saat ini. “Dengan refleksi dan evaluasi, semoga bisa menghasilkan kepengurusan yang dapat lebih memajukan perguruan Merpati Putih,” tegasnya. Dalam Munas ini, agenda pokok yang bakal dibahas meliputi, evaluasi program yang dilakukan selama periode 2006-2009, menyusun program kerja ke depan, dan mempersiapakan Kejuaran Nasional Merpati Putih yang akan diselenggarakan tahun ini.

Penulis: wiastuti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: