Pesilat Merpati Putih Ditantang Terus Berjaya

Prestasi yang telah ditorehkan para pesilat dari perguruan Merpati Putih, memang sungguh membanggakan. Berbagai medali dan penghargaan internasional sudah didapat para anggotanya. Namun bukan berarti para pesilat ini harus puas dengan prestasi tersebut. Untuk itu, para pesilat Merpati Putih terus ditantang agar dapat meraih prestasi tertinggi di tingkat internasional.

Bukan tanpa alasan jika Merpati Putih terus ditantang untuk berjaya. Prestasi membanggakan ditorehkan Arief Nugroho yang memperoleh medali emas di ajang Sea Games 2005 di Philipina. Prestasi yang sama juga dipersembahkan Yan Kristianto yang memperoleh medali emas dan menjadi penentu kemenangan kontingen silat Indonesia pada Sea Games 2007 di Thailand. Tahun berikutnya, Yan Kristianto juga meraih perunggu pada evet Asian Beach Game (ABG) 2008 di Bali. Terakhir mendapat predikat The Best Performance dalam Event Exhibition World Champion 2008 di Istanbul, Turki.

“Saya berharap prestasi gemilang yang dicapai pesilat Merpati Putih di arena regional dan internasional harus dipertahankan bahkan ditingkatkan” ujar Fauzi Bowo, Ketua Umum Merpati Putih pada Pembukaan Tradisi 2009 Merpati Putih dengan mengambil Tema Menyongsong Tahun Emas Merpati Putih 2013, Sabtu (24/1) di Parangkusumo Bantul, Yogyakarta. Untuk itu, lanjut Gubernur DKI Jakarta ini, para pesilat harus mau bekerja keras dan jangan cepat puas.

Mengenai kegiatan tradisi Perguruan Merpati Putih, ini merupakan wujud untuk melestarikan dan mengembangkan ilmu Merpati Putih dan menata kembali kedisiplinan serta menguji fisik anggota untuk menuju Merpati Putih yang lebih handal dan bermanfaat di masa depan. Kegiatan ini diikuti sedikitnya 750 anggota perguruan dari seluruh Indonesia. Rangkaian kegiatan inti tradisi ini adalah Mengantar matahari terbenam, Renungan Malam, dan menyambut matahari terbit.

Inti dari tradisi ini adalah, simbolisasi manusia mencoba melakukan refleksi diri terhadap Tuhan YME. Sedangkan renungan malam yang dilaksanakan mulai pukul 00.00, bertujuan untuk mempersiapkan diri dengan kebersihan diri sambil mencermati pergantian keadaan alam yang terjadi. Selanjutnya, menyambut matahari terbit merupakan inti dari prosesi refleksi diri.

Merpati Putih merupakan perguruan pencak silat tangan kosong yang bernaung di bawah Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI). Berdiri sejak 2 April 1963 dengan pusat organisasi di Jakarta, sedangkan pusat keilmuan di Jogjakarta. Tujuannya adalah melestarikan pencak silat asli budidaya serta membina mental anggota perguruan berbudi pekerti luhur demi kepentingan bangsa.

Seorang Anggota Merpati Putih harus memegang Tri Prasetya yaitu, taat dan percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, mengabdi dan berbakti pada bangsa, setia dan taat kepada perguruan. Merpati Putih sendiri merupakan akronim dari falsafah `Mersudi Patitising Tindak Pusakaning Titising Hening`  atau `Mencari Sampai Mendapatkan Tindakan yang Benar dengan Ketenangan`.

Penulis: agus

Sumber: / alberto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: