Silat Harimau Padang Difilmkan

JAKARTA–MI: Silat harimau asal Padang, Sumatra Barat, diangkat dalam sebuah film yang akan diputar serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 6 Agustus.

Film dengan judul Merantau karya sutradara asal Inggris Gareth Evans itu mengupas dengan tuntas olah raga pencak silat yang merupakan salah satu budaya yang harus dilestarikan.

“Saya sangat terhormat diberi kesempatan untuk memenggarap film yang berlatar belakang budaya Indonesia,” kata Garet Evans di sela Workshop Behind The Scene & Tecnology High Definitions di SMA Labschoool, Jakarta, Senin (27/7).

Dalam film dengan durasi 120 menit itu diceritakan seputar perjalanan seorang remaja yang merantau dari tanah kelahirannya di Minang ke ibu kota dengan berbekal keahlian pencak silat harimau.

Tokoh utama dalam film itu adalah Iko Uwais, pendatang baru di indutri perfilman Indonesia.

Film ini juga melibatkan aktor senior yang telah malang-melintang di indutri perfilman, yaitu Chistine Hakim.

Produser Ario Sagantoro mengatakan, diangkatnya film dengan tema pencak silat itu merupakan bentuk dari keprihatinan atas mulai berkurangnya penghargaan maupun pelestarian budaya bangsa.

“Pencak silat merupakan salah satu kekayaan budaya bangsa. Namun saat ini mulai ditinggalkan. Sebagai bukti, juara pencak silat saat ini Vietnam, seharusnya warga Indonesia sendiri, kan,” katanya saat dikonfirmasi.

Menurut dia, penggarapan film dengan tema laga itu dikerjakan dalam waktu empat bulan. Pengambilan gambar dilakukan di Padang, Sumatra Barat, Bekasi, dan Jakarta.

“Selain melestarikan pencak silat, film ini juga menceritakan tentang budaya merantau yang sering dilakukan mayoritas warga. Yang jelas dalam film ini menceritakan kehidupan sehari-hari,” katanya menambahkan.

Christine Hakim mengatakan, film yang diperankannya saat ini berbeda dengan film-film yang dia perankan.

Film ini, kata dia, membutuhkan pemahaman yang khusus terutama dalam memahami dan melakukan pembicaraan dengan menggunakan bahasa Minang.

“Saya telah bermain film selama 36 tahun. Dengan terlibat dalam film ini saya merasa mendapatkan energi yang luar biasa dan bisa mendapatkan inspirasi,” katanya.

Menurut dia, film dengan tema pencak silat itu diharapkan bisa memacu masyarakat Indonesia untuk melestarikan salah satu budaya bangsa, yaitu pencak silat.

Guna mengenalkan film tersebut, film pertama Ario Sagantoro itu juga diikutkan dalam beberap festival film, di dalam dan luar negeri.

Salah satu festival yang pernah diikuti film Merantau adalah ’13th Puchon International Fantastis Film Festival’ di Korea dan film ini dipercaya sebagai film penutup dalam festival tersebut. (Ant/OL-04)

4 Tanggapan

  1. yang masuk akan artikel nangini sdh jua kah manonton flim nya?

  2. oke lah buat ukaran kamu-kamu…..

  3. ni saye rakyat riau mau tanya ape ado…silat hariamu padang di provonsi riau??? tolong….di berikan informasinya..coz saye,,tertarik ma silat tu….

  4. wah klo ttg pencak silat,,,saia suka sekali,,,apalagi silat harimau,,

    blh tanya,,,,ad g tempat latihan silat harimau di daerah jakarta,,tepatnya di DEPOK,,,tolong informasinya dong,,,saia berminat nih…..

    thanx

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: